Ada masa dalam hidupku ketika aku merasa harus selalu jadi yang terbaik. Harus selalu benar, harus selalu kuat, harus selalu bisa diandalkan. Sampai-sampai aku bisa lupa kalau aku ini manusia, yang wajar buat capek, salah, atau gak tau harus gimana, dan melakukan apa.
Titik baliknya datang waktu aku sadar satu hal:
Aku capek bukan karena hidupku berat, tapi karena aku ngasih standar yang terlalu tinggi buat diriku sendiri.
Aku mulai sadar kalau selalu berusaha tampil sempurna di depan orang lain itu hanya bikin aku capek. Kita kadang takut dicap gagal, sampai-sampai kita lupa menikmati proses dan perjalanannya.
Ketika aku mulai menurunkan standar “harus sempurna” itu, hidup terasa ringan banget tau. Aku mulai:
-Ngerjain sesuatu tanpa takut salah.
-Berani bilang “aku butuh waktu”.
-Memaafkan diri sendiri kalau hasilnya belum sesuai harapan.
Dan yang bikin lucunya, justru di momen-momen itulah aku merasa lebih bahagia. Bukan karena hidupku tiba-tiba beres semua, tapi karena aku bisa menerima bahwa ternyata aku gak apa-apa kalau gak sempurna.
Aku belajar kalau hidup itu bukan selalu tentang membuat semua orang bangga, melainkan tentang berdamai dengan diri sendiri. Tentang tau kapan harus push diri, dan kapan harus istirahat. Tentang sadar kalau setiap hari kita berkembang meskipun gak selalu harus kelihatan.
Kalau kamu sekarang lagi ngerasa kewalahan, mungkin jawabannya bukan “lebih kuat lagi”, tapi “lebih sayang ke diri sendiri”.
Percaya deh, hidupmu bakal terasa lebih ringan kalau kamu mau berhenti menuntut dirimu jadi manusia yang gak pernah salah.

mantap pingg
BalasHapus